MENJADIKAN MUSEUM SEBAGAI TEMPAT KUNJUNGAN YANG MENARIK

Oleh :  Avni Apriliyanti

  1. I. PENDAHULUAN

Dalam era pembangunan teknologi yang cepat dewasa ini, peranan museum sangat diharapkan untuk mengumpulkan, merawat dan mengkomunikasikan berdasarkan penelitian dari benda-benda yang merupakan bukti konkret dari proses pengembangan kebudayaan.

Di museum, masyarakat dapat memperoleh tempat berekreasi sambil mendapatkan informasi mengenai ilmu dan kejadian-kejadian yang terdapat dalam kehidupan manusia dan lingkungan.

Masyarakat masih memandang museum sebagai suatu tempat atau lembaga yang bersuasana statis, berpandangan konservatif atau kuno, mengurusi benda-benda kuno kalangan elite untuk kebanggaan dan kekaguman semata. Bangunan museum memang terkesan menyeramkan karena kemegahannya, dan kadang agak kurang terurus. Namun seharusnya hal ini tidak menjadi suatu halangan bagi masyarakat untuk tidak mengunjungi museum. Karena dibalik kekakuannya, museum juga memperkenalkan proses perkembangan sosial budayaa dari suatu lingkungan kepada masyarakat. Masyarakat juga bisa menggunakan museum sebagai sarana belajar, selain sebagai tempat rekreasi.

Untuk itulah, para pengelola museum diharapkan mampu membenahi museum agar bisa menjadikan museum sebagai tempat yang menarik bagi pengunjung.

II. PENGERTIAN, SEJARAH, DAN FUNGSI MUSEUM

A.     Pengertian Museum

Kata museum diambial dari bahasa Yunani klasik, yaitu muze kumpulan sembilan dewi lambang ilmu dan kesenian. Menurut International Council of Museums ( ICOM ), museum ialah lembaga permanen yang melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak bertujuan untuk mencari keuntungan, yang mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material manusia dan lingkungannya, untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi.

B.  Sejarah Museum

Sejarah Museum di Eropa

Pada masa gelap di Eropa, para bangsawan dan rohaniawan gereja sangat antusias terhadap benda-benda kuno. Benda-benda ini berbentuk penulisan, kronik, annal, dan hagiografi. Setelah rennaisance atau masa pencerahan, ilmu pengetahuan berkembang pesat, sehingga muncullah keinginan para bangsawan untuk mengumpulkan benda-benda antik. Perdagangan antar negara, khususnya dengan negara-negara di luar Eropa, juga mengalami perkembangan. Para bangsawan pengumpul benda-benda antik tersebut melengkapi koleksinya dari berbagai negara. Hal ini bertujuan untuk pamer kekayaan.

Namun muncul masalah. Mereka membutuhkan ruangan yang cukup luas untuk menyimpan koleksi-koleksi tersebut. Para bangsawan ini juga tidak mengetahui cara penyimpanan dan perawatan benda-benda antik tersebut. Sebagai jalan keluar, benda-benda antik koleksi para bangsawan ini diserahkan kepada lembaga yang mau menyimpan dan merawat benda-benda antik tersebut. Benda-benda ini menjadi milik lembaga-lembaga tersebut sepenuhnya. Alasan lain, para bangsawan ingin membagi kesenangan sekaligus ingin memamerkan kekayaannya.

Itulah awal dikenalnya tugas museum, yaitu sebagai lembaga yang merawat dan memamerkan benda-benda antik. Kemudian muncullah galeri yang mengkhususkan diri untuk memamerkan karya-karya lukisan. Setelah melihat bahwa minat masyarakat untuk melihat koleksi benda-benda tersebut sangat besar, akhirnya semakin menjamur museum-museum lain untuk memamerkan koleksi benda-benda antik.

Sejarah Museum di Indonesia

Sejarah museum di indonesia mengalami tiga periodeisasi, yaitu periode Belanda, periode Inggris, dan periode Indinesiasi.

  1. a. Periode Belanda

Pada tanggal 14 April 1778 dibangun museum yang paling tua di Belanda, yaitu Bataviaasch Genootschap von Kunsten en Westenschappen (Perkumpulan Batavia untuk Memajukan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan) di Jakarta. Museum ini memiliki slogan “Ten nutten van het gemmen” yang berarti untuk kepentingan umum. Museum ini berisi buku-buku dan benda-benda ilmu alam dan sosial budaya. Museum ini mengkhususkan pada bidang ilmu bahasa, ilmu bumi, dan ilmu bangsa-bangsa. Dengan anggota tokoh-tokoh pemerintah, perbankan, dan perdagangan. Pada tahun 1915 didirikan Museum Bali di Denpasar. Sekitar tahun 1930-an Striching End Bataviaasch (Perkumpulan Belanda Kuno) mendirikan Museum End Batavia (Museum Belanda Kuno), yang merupakan suatu museum yang ditujukan untuk menghormati J.P. Coen, seorang Gubernur Jendral VOC yang sangat disegani.

Tahun 1935, didirikan museum Sono Budoyo di Yogyakarta. Pada akhir Perang Dunia II, jumlah museum di Indonesia berjumlah 30 buah.

  1. Periode Inggris ( 1806-1811 )

Pada periode ini museum berfungsi sebagai lembaga penasihat pemerintah. Nama Bataviaasch Genootschap von Kunsten en Westenschappen diganti menjadi Batavian Society of Arts an Sciences ( Perkumpulan Seni dan Ilmu Pengetahuan Orang-orang Batavia ). Didirikan oleh Raffles. Pada masa ini preranan museum semakin berkembang. Selain itu juga pengelola museum mengadakan penerbitan dimana penerbitan ini kemudian bekerjasama dengan lembaga-lembaga di luar negeri. Museum juga digunakan oleh para ahli sebagai pusat pertemuan para orientalis, yaitu ilmuwan yang tertarik pada masalah-masalah atau ilmu-ilmu ketimuran.

  1. c. Periode Indonesiasi

Setelah Indonesia merdeka, para penyandang dana meninggalkan Indonesia sehingga museum terbengkalai. Untuk memulihkan kembali peran museum, pada tahun 1950 museum diubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Teknologi meningkat dan arus komunikasi lancar, sehingga budaya asing masuk dengan cepat. Untuk menanggulangi pengaruh budaya asing yang negatif, pemerintah Republik Indonesia membentuk Jawatan Kebudayaan di Yogyakarta. Jawatan Kebudayaan merupakan satu organisasi Kementriaan Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.

Pada tahun 1975,di Jawatan Kebudayaan ini ditambah satu unit kerja yaitu Urusan Museum yang bertugas untuk membina dan mengembangkan permuseuman. Tahun 1964 Urusan Museum membawahi Lembaga Museum-museum Nasional.

Pada tahun 1966, Lembaga Museum-museum Nasional diubah menjadi Direktorat Museum dalam lingkungan Direktorat Jendral Kebudayaan. Tahun 1971, Direktorat Museum mengelompokkan museum dalam tiga kelompok menurut jenis koleksinya, yaitu :

  • Museum umum,
  • Museum khusus, dan
  • Museum lokal.

Pada tahun 1975 pengelompokkan diubah, yaitu:

  • Museum umum,
  • Museum khusus, dan
  • Museum pendidikan.

Pada tahun 1980, pengelompokkan tersebut diubah lagi menjadi dua kelompok,yaitu : Museum umum dan Museum Khusus.

Berdasarkan tingkat kedudukan, Direktorat Permuseuman mengelompokkan Museum Umum dam Museum Khusus menjadi Museum tingkat Nasional, Museum Tingkat Regional ( Propinsi ), dan Museum Tingkat Lokal ( Kodya / Kabupaten ). Pada tahun 1981, berdasarkan catatan terakhir, di Indonesia ada 135 bangunan Museum.

Ada perbedaan antara museum sesudah kemerdekaan sebelum kemerdekaan dan musaeum, yaitu :

Perbedaan

Museum sebelum Kemerdekaan Museum sesudah Kemerdekaan
Tujuan Pendirian Untuk kepentingan ilmu pengetahuan yang menunjang pelaksanaan politik kolonial dan pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk melestarikan warisan budaya dalam pengembangan kebudayaan bangsa dan sarana pendidikan non formal.
Pengadaan koleksi Banyak. Sebagian dipamerkan dalam tata pameran yang berorientasi pada tata pameran museum-museum di Eropa. Terbatas.
Bangunan Sebagian tidak direncanakan untuk museum. Bangunannya tua dan tidak memenuhi tatas bangunan museum modern. Direncanakan khusus untuk museum. Mencerminkan gaya arsitektur tradisional daerah tertentu.
Tenaga Memiliki tenaga ilmiah yang berpengalaman, namun jumlah tidak memadai. Masih kekurangan tenaga ahli.
Struktur Organisasi Sebagian mempunyai bagian yang melayani bimbingan edukatif.

Sarana penunjang belum mencukupi.

Struktur organisasidisesuaikan dengan kebutuhan.

C.     FUNGSI MUSEUM

Menurut ICOM, museum memiliki beberapa fungsi, antara lain :

  1. Mengumpulkan dan pengaman warisan alam dan kebudayaan.
  2. Dokumentasi dan penelitian ilmiah.
  3. Konservasi dan preservasi.
  4. Penyebaran dan pemerataan ilmu untuk umum.
  5. Pengenalan dan penghayatan kesenian.
  6. Visualisasi warisan alam dan budaya.
  7. Cermin pertumbuhan peradaban umat manusia.
  8. Pembangkit rasa bertakwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s